Semua orang ga ada yang tau kapan orang yang paling kita sayang meninggalkan kita.
Kadang waktu itu kejam. Kenapa?
Karena waktu ga pernah tau kapan kita bahagia dan sedih.
Waktu berputar begitu saja, tanpa melihat keadaan sekitar.
Kenyataannya, ketika tgl 4 Oktober 2004 tepatnya 11 tahun yg lalu. Gue ga pernah tau kalau saat itu adalah saat terakhir gue melihat ayah gue. Senyumnya, wajahnya, semua tentang ayah. Bahkan gue ga sadar kalau itu hari terakhir ayah bisa melihat dunia. Emang si ayah sakit udah 6 bulanan. Dokter bilang ayah positif leukimia. Tapi gue berharap ayah bisa sembuh dan bisa hidup sehat serta bisa anter jemput gue sekolah. Saat itu gue umur 7 tahun. Doa gue saat itu cuma 1, ayah sembuh. Gue lebih deket keayahTp ya begitulah
Hidup.
Sampai akhirnya tgl 5 Oktober 2004 Allah berkehendak lain.
Mungkin Allah lebih sayang sama ayah.
Dari situlah gue memulai hidup tanpa ayah. Gue menjadi pribadi yg tertutup dan sangat pendiam.
Kadang gue suka iri melihat anak seumuran gue liburan sama ayah ibunya. Sedangkan gue liburan sama ibu dan adik tanpa ayah.
Ya mau diapain lagi semua sudah diatur. Mungkin dibalik ini semua ada hikmahnya buat gue, ibu dan adik gue.
Ayah semoga ayah tenang ya disana. Aku disini selalu rindu denganmu ayah.
Ingin sekali aku bertemu denganmu. Tapi mungkin nanti ada waktu tersendiri untuk bertemu denganmu. Yaitu saat ajal menjemputku.
Disitulah aku bisa bertemu denganmu lagi ayah.
I LOVE YOU FATHER :')